11 Des 2007

Modernasionale versi 2


sebelumnya sudah ad posting modernasionale versi satu. tapi yang ini lebih yahud lagi cos full guitar. kalo yang versi lama agak blenyon...

Read More......

IndoMi


Ini tadinya diniatin buat ikut kontes jingle indomi. usut punya usut ternyata cuma buat band beneran dan kategori siswa SMU. sayang sungguh sayang the blarak cuma band mistik dan fiktip.. hu hu.. :C


Indomie.mp3

Read More......

10 Des 2007

Suara si Bung


Bung punya hidup satu kali, tapi hidup satu bukan buat party...
silahkan download, moga moga bisa kasih inspirasi

Silahkan juga denger previewnya jgn lupa komen..
Bung.mp3

Read More......

26 Mei 2007

Carpe Diem, Celana Dalem

Tak terasa hampir satu tahun bekerja di tempat ini. Banyak hal sudah dilalui. Banyak yang datang banyak yang pergi. Banyak yang diraih sekaligus banyak yang hilang dan terbuang. Banyak hal yang dulu cuma di angan angan jadi kenyataan. Mulai dari celana sampai isi pulsa. Pokoknya, dalam satu tahun cukup untuk menjadi banyak.

Bersyukur pada Allah diberi kesempatan untuk mengenal dunia kerja, Mengenal berbagai tipikal manusia yang bekerja. Dan mengenal bekerja yang manusiawi. Tapi semuanya itu ternyata harus di akhiri sekarang, tentu dengan pertimbangan matang dan demi jalan yang lebih terang.

Salah satu pertimbangan itu bernama keraguan. Seseorang pernah berujar bahwa skeptisme adalah juru selamat dalam 'kemudahan'. 'kemudahan' yang dimaksud adalah ketika kita merasa tak perlu berkeringat dan berdaya upaya dalam mencapai keinginan, meski hanya dalam skala kecil saja. Keadaan tak berkeringat dan tanpa daya upaya tadi bukannya tanpa syarat, Melainkan dengan cara lain yang harus dibayar dengan permasalahan moral. Sungguh merugi orang yang mengorbankan moral demi keinginan yang cuma terukur berdasarkan kerja alat indra.

Masalah moral adalah masalah tindakan. Persepsi seseorang atas moral tidak terbentuk di atas kertas berurai kata kata, tidak lewat layar kaca, tidak juga lewat bapak menteri agama. Justru kebanyakan sekarang yang ngomong perihal moral malah bejad... jadi dicukupken aja...

padahal tadinya mau curhat perihal berhenti kerja... jadina ngalor ngidul kieu?...
ah sabodo teuing..

yang penting udah bye2!! (padahal mah gara-gara gajinya kecil :P..)

Read More......

21 Mei 2007

Man without Smile



Ini dia calon cover album kedua cadavercorporate, berak darah. Band yang tidak terkenal dan busuk, tapi secara teknik dan secara mental masih lebih baik daripada Kangen Band.

Man without smile
Captured by : Pentax
Edited by : photoshop 7

Read More......

29 Apr 2007

Header berat

wuihhhh... kesampaian juga pasang header pake flash. maksudnya sih biar agak dinamis tampilannya, karena kalo cuma pakai animasi gif agak kurang seru. Sekalian belajar juga buat animasi flash biarpun cuma bisa mutar mutarin bola ijo, yang penting usahanya :P

tapi setelah pasang header baru, load halaman perlu waktu lebih lama. header baru ini memang dikasih background music biar rame aja kalo orang visit ke sini. Mungkin itu yang buat file jadi bengkak.

but by the way, biarlah agak lama dikit demi sebuah kedinamisan... halahh :D

Read More......

28 Apr 2007

Slapstik

Terdapat perbedaan tipis antara kebodohan dan kelucuan. tanpa berpretensi mengasosiasikan keduanya sebagai sesuatu yang merugikan. Keduanya justru berpotensi menimbulkan tawa, atau paling tidak senyum. dan tentu saja tawa adalah ekspresi positif manusia. dalam artian lain manusia justru diuntungkan oleh keduanya.

Untuk mengundang tawa sah sah saja melakukan tindakan menghancurkan diri sendiri untuk mengundang tawa karena memang tawa adalah tujuan akhir dari komedi. kita ingat semasa kecil adegan kejar kejaran kucing tikus di film kartun. dalam adegan itu betapa sering si kucing terjatuh, tertimpa, terhantam benda benda keras. Tikus sebagai representasi si lemah justru mendominasi plot demi plot. Slapstik, yang lemah dialah  yang berkuasa. 


  

  

Ketik sisanya disini

Read More......

26 Apr 2007

The Hitchiker's guide to the galaxy


kata si Nyot suatu hari, "film yang ditonton dibuat riviunya biar keingat terus, biar gak rugi rugi amat beli tiketnya, sekalian latihan nulis,"
"Waduh tumben lu pinter Nyot, bisa bener juga lu... kirain ngehe terus tiap hari ha ha..."

Yaudah aku ikutin saran si Nyot dengan buat aja rifiu hasil dari tontonan kemaren. Kasetnya dapet sewa di rental. siapa tau bisa bantu kasih referensi buat yang mau nonton dan yang doyan fiksi ilmiah.

Buku panduan berpergian ke Galaksi untuk penumpang gelap. Dari judulnya saja sudah tersirat bahwa film ini mengangkat tema fiksi ilmiah secara main main. Film ini dimulai dengan ucapan narator, "manusia mengklaim dirinya sebagai mahluk tercerdas di dunia. Kedua setelah lumba lumba tentunya". Tapi fakta sebenarnya adalah, lumba lumba ternyata mahluk ekstraterestial yang coba memperingati penduduk bumi dari marabahaya Vogon, alien dari galaksi yang lain lagi. Mereka (Lumba lumba) berusaha berkomunikasi dengan manusia lewat gerakan serta siulan, tapi selalu disalahartikan sebagai tanda meminta ikan oleh manusia.

Menurut Buku panduan tadi, Vogon mahluk birokratis, suka memerintah, tidak bisa mengeja dan egois. Kini mereka akan menghancurkan Bumi karena letaknya dianggap menghalangi proyek Jalan ByPass lintas semesta, demi kemaslahatan bersama.

Di Bumi, di tempo yang sama, Arthur manusia bumi, tengah berbaring pasrah di depan Bulldoser yang akan melantakan rumahnya. Rumah tersebut juga dianggap menghalangi proyek Jalan Bypass lintas distrik dan akan segera dihancurkan pemerintah, demi kemaslahatan bersama pula. Beruntung sebelumnya ia berkenalan dengan alien lain (lupa namanya) yang mengaku dari Guildford. Alien itu terus berusaha meyakinkan Arthur bahwa kiamat di bumi akan segera terjadi. Alien tersebut juga ternyata pengarang buku panduan bepergian ke Galaksi.

Tiba saatnya Vogon mengumumkan ke seluruh dunia dari konstruksinya (Spaceship) bahwa Bumi akan segera dilumat. Kontan umpatan serta sorakan "huuuu..." bergema di penjuru dunia tanda tak setuju. Blipp!! Bumi lumat sama sekali dalam satu kedipan. Tak ada lagi kehidupan di Bumi karena tak ada lagi yang bernama Bumi. Tapi sebelumnya, Arthur beserta alien tadi sudah berhasil masuk ke salah satu konstruksi Vogon. Lalu cerita pun mengalir..

Film ini merupakan imajinasi tentang kehidupan era antar-galaktika dari sudut lain. Starwars dianggap lebih 'bisa diterima logika' dibanding film ini. Misalnya dalam suatu adegan diketahui bahwa ternyata penghancuran Bumi semata karena cuma buah ketololan presiden antar-galaksi. Presiden eksentrik yang bergaya selebritas itu asal membubuhi tandatangan dengan disertai 'with love' di blanko proposal penghancuran yang diajukan oleh kaum Vogon. Sempat pula terlontar ide penciptaan alam semesta yang sebenarnya merupakan 'bersin' mahluk yang sangat besar. Belum lagi adegan dimana Arthur bertemu dengan sang 'kontraktor semesta'. Kontraktor tersebut merupakan pemborong penciptaan planet, termasuk bumi versi dua yang sedang dikembangkan kembali. ide konyol :D. Secara keseluruhan film ini menarik, terkesan tidak serius namun butuh banyak referensi popular science agar bisa mengikuti dengan saksama.

NB: Nyot lu nyambung gak baca rifiu aku?

Read More......

13 Apr 2007

Gordon Bennet!!



Well ini coba buat mempertontonkan lagu lama alias kerjaan lawas. seseorang ini aku buat jadi objek sekonyong konyong tanpa minta dia ijin dulu. salahsatunya karena dia punya wajah cakep buat jadi objekkurang kerjaan

Yang ini adalah orang dapet dari frenster. bermula dari Chat lalu serta merta dia kasih itu URL profilnya. disitu ada gambar kodaknya lalu dibikin saja sekalian dikomputer

Read More......

7 Apr 2007

Sekilas Hutan Hujan

Hutan tropis Sumatera menghilang dengan cepat dibawah tekanan manusia. Keberadaan hutan ini sangat tidak terhingga nilainya sehubungan dengan keunikannya serta sususan keanekaragaman hayati yang ada di sana, termasuk di dalamnya Gajah Sumatera, Harimau Sumatera, Badak Sumatera, Siamang, Bunga Raflesia, Bunga Padma dan Burung Rangkong. Selain itu, hutan ini memiliki nilai kritis bagi masyarakat sebagai kebanggaan warisan alami juga sebagai sumber penghasilan, jasa, dan sumber pendapatan.

Hutan tropis Sumatera merupakan gabungan dari 3 (tiga) kawasan taman nasional yaitu TN. Bukit Barisan Selatan, TN. Kerinci Seblat dan TN. Gunung Leuser, Hutan Hujan Tropis Sumatera dicantumkan dalam daftar Situs Warisan Dunia, melalui sidang ke-28 World Heritage Commitee, yang diselenggarakan di Suzhou China pada bulan Juli 2004. Dengan demikian, menjadikan kawasan seluas lebih dari 2 juta hektar ini bernilai tinggi dan menjadi prioritas dalam upaya konservasi secara global.


Potensi keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, spesies eksotis yang tidak terdapat di tempat lain, serta nilai ekologis yang terkandung di dalamnya merupakan keunikan dari kawasan ini yang harus dijaga kelestariannya. Ekosistem kawasan ini berfungsi sebagai daerah tangkapan air yang penting untuk memelihara keanekaragaman hayati dan sebagai sumber pencaharian utama masyarakat yang sangant bergantung pada sumber air tawar. Kawasan ini juga memiliki nilai universal yang tinggi di dalam proses ekologis dan biologis yang membentuk proses evolusi dan perkembangan ekosistem tumbuhan dan satwa di Pulau Sumatera.

Tidak kurang dari 10,000 jenis flora dan fauna dari spesies yang berbeda ada di dalam hutan tropis Sumatera, termasuk 17 marga endemik, kurang lebih 200 spesies mamalia, 580 spesies burung diantaranya 465 adalah spesies residen dan 21 spesies endemik. Sementara 22 spesies mamalia termasuk ke dalam kawasan Asia dan tidak ditemukan di kawasan lainnya, dan 15 spesies hanya terbatas penyebarannya di Indonesia. Beberapa spesies tumbuhan dan satwa terancam punah ditemukan di kawasan ini, termasuk orangutan Sumatera (Pongo abelii), harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae), kelinci Sumatera (Nesolagus netscheri), badak Sumatera (Dicerorhinus sumatraensis), sikatan cacing (Cyornis ruckii), mentok rimba (Cairina scutulata), tekukur(Carpococcyx viridis), bangau storm (Ciconia stormi), baning coklat (Manouira emys) dan kura-kura (Heosemys spinosa). Spesies endemik tumbuhan yang ditemukan, antara lain kantung semar (Nepenthes aristolochoides, N. Spectabilis, dan N. Spathulata). Juga terdapat bunga terbesar di dunia (Rafflesia arnoldii, R. Patma dan R. Micropylora) dan bunga tertinggi (Amorphophallus titanium).

Keanekaragaman hayati yang terkandung dalam kawasan warisan dunia, yang membentuk punggungan pegunungan Bukit Barisan, tidak akan terpelihara jika ia terfragmentasi atau terdegradasi. Tanpa pemeliharaan secara menyeluruh, akan menyebabkan resiko yang sangat jelas yaitu kepunahan ratusan spesies. Menjaga hutan untuk selalu dalam kondisi yang baik merupakan hal penting untuk menjaga suplai air ke seluruh bagian pulau, menekan pengaruh kekeringan dan kebakaran, serta mendukung stabilitas ekologis dan ekonomis di dataran rendah.

Berdasarkan laporan monitoring IUCN dan UNESCO tahun 2006, ancaman paling utama di Tropical Rainforest Heritage Site adalah: illegal logging, perambahan untuk pertanian, pembuatan jalan dalam kawasan, serta perburuan.

image courtessy: WCS-IP

Read More......


mirip wayang kulit, semaleman suntuk bikin ini poster buat unesco dan konco konconya dalem rangka ajak masyarakat buat turut dalem perlindungan hutan hujan tropis Sumatera (Tropical rainforrest heritage sumatera). Itu poto kodak memang tajem betul kwalitet gambarnya sehingga membikin jadi lebih hidup gambar kadal ijo dan bunga bangkenya.

Read More......

4 Apr 2007

Lampung Sailing Club di Pantai tirtayasa

Pantai Tirtayasa,Teluk Betung, kini selalu ramai pada akhir pekan. Pasalnya di hari minggu tempat itu sering digunakan oleh Lampung Sailing Club (LSC), sebuah perkumpulan layar di Lampung. Dari bibir pantai, terlihat kapal-kapal layar yang berukuran kecil berwarna putih berpadu dengan biru air laut. Sekumpulan anak-anak yang tergabung dalam Lampung Sailing
Club
(LSC) sedang asik berlatih. Panorama laut dengan bocah atlit layar berakrobat.


Sherly dan Ayu, peserta LSC sedang asik berakrobat mengendalikan layar. Mereka seolah tak gentar mengikuti deras ombak dan deru angin pantai. Baju mereka basah kuyup dengan raut wajah yang seolah tak gentar menghadapi tantangan alam itu. Sebuah kecintaan dan hobi bermain perahu layar menjadi motivasi kuat bagi mereka.

Rutinitas latihan setiap hari minggu dengan rajin mereka ikuti. Bersama sekitar 50-an rekannya ia serius mengikuti prosesi latihan. “Saya sangat menyukai bermain layar ini, setiap latihan selalu saya ikuti dengan serius,”tambah Sherly lagi.

Pada awalnya merasa asing menggunakan perahu layar. Maklum, sebelumnya hanya kapal orang tuanya yang terbuat dari kayu yang ia kenal. Kini, ia sudah piawai bermain perahu layar. Gabing dan Taking sering dimainkan mereka. Gabing adalah istilah dalam sailing yang berarti merubah haluan dengan cara menarik kemudi kapal layar yang berupa tali, sementara Taking adalah merubah haluan dengan cara mendorong kemudi

Bagi Sherly dan Ayu, bermain perahu layar lebih banyak suka daripada tidaknya. Latihan selama berjam-jam dengan terik matahari yang menghitamkan kulit mereka sudah menjadi hal lumrah. Menambah teman dan aktivitas pada hari libur juga jadi motivasi kuat mereka selain memang tujuan utama keduanaya menjadi atlit layar Lampung.

Jika perahu layar roboh tak urung mereka kewalahan. Tubuh mereka yang ringkih itu tak kuasa menegakkan kapal. Makanya tak jarang mereka meminta rekan dan instruktur mereka untuk membantu menyelamatkan. “Jika kapal layarnya roboh, kami sulit untuk membuatnya tegak berdiri lagi,” ujar Sherly yang diamini Ayu.

Sherly dan Ayu, dua gadis belia yang tak kalah tangguh dengan rekan prianya yang lain. Deni, Nandin dan Dani adalah rekan-rekan mereka. Dalam latihan layar mereka tidak dibedakan. Kedispilinan pun ditanamkan secara kuat pada mereka.

Kepiawaian para bocah itu bermain perahu layar tak lepas dari peran para pelatih dan pembimbing mereka. Soeharto dan Aliyanto adalah instrukturnya. Kedua pria ini memang sangat konsen sekali dengan hobi kapal layar ini. Oleh sebab itu mereka mengajar dan mendidik anak-anak pantai agar tangguh dalam bermain kapal layar. Tak kurang selama 2 tahun ini keduanya mengabdi di kapal layar ini.

Soeharto menandaskan bahwa pelatihan kapal layar bagi anak ini dimulai sejak tahun 2005 yang silam. Pada waktu itu mereka menerima bantuan berupa kapal layar jenis optimis dan laser. Kapala layar optimis merupakan jenis layar untuk latihan yang ukurannya kecil. Sementara Laser adalah yang berukuran besar. Tak kurang saat ini sudah ada 7 kapal untuk mendukung latihan para bocah tersebut.

Setidaknya saat ini sudah 23 orang untuk angkatan pertama dan 60 orang pada angkatan kedua yang ditelah direkrut untuk bibit atlit layar di Lampung. Namun pada angakatan kedua, jumlahnya telah dipangkas lagi sehingga menjadi 20 orang. “Seleksi yang kami lakukan sangat ketat pada anggota yang akan kami latih,” ujar Soeharto.

Batasan usia para calon-calon yang di didik tersebut berkisar antara 10-12 tahun. Hal ini dilakukan agar olahraga layar yang sudah diakui KONI Lampung itu akan dapat membantu pembentukan kekuatan fisik dan postur tubuh para bocah terebut.

Materi pelatihan yang diajarkan dalam LSC meliputi teori dan praktek. “Mereka diajarkan terlebih dahulu bagaimana teknik mengendalikan layar, tau teknik bermain jet dan teknik di atas kapal layar lainnya,”tambah Soeharto. Pengetahuan untuk mengetahui atau mengarahkan kapal angin dalam mengikuti arah angin dan melawan arah angin juga jadi hal penting yang diajarkan.

Setiap hari Minggu mulai pukul 09.00 hingga pukul 16.00 WIB, para bocah-bocah itu berlatih kapal layar. Dalam praktek latihan di laut, karena kapal jenis optimis dan laser yang terbatas mereka diberikan kesempatan berduaan dalam berlayar kapal layar baik jenis optimis maupun laser.

fotografi oleh : Rino

MotionShoot oleh : Ahmad


Read More......

1 Apr 2007

Road to Pulosari


(text grabbed from : khe's)

“Gila kabutnya turun lagi nih, cepetan yuk!” ajakku.
“Ka, keluarin senternya dong!” pintaku pada Ka’Andi.
“Senter ngga bawa. Lilin aja ngga bawa,” jawabnya.
“Terus lighting kita gimana dunk? Agak tebel nih kabutnya. Trus nesting bawa ngga?”
“Ngga bawa. Kompor aja ngga bawa. Kan tadinya kita mau ke Badui, jadi ngga bawa-bawa yang kayak gituan”.
“Hah! Jadi ngga bawa apa-apa nih. Jangan bilang kalo kita ngga bawa tenda ya, kita mau tidur dimane bro?” seru ku. Mendengar preparation untuk hiking kurang, aku agak-agak risih juga.
“Udah ngga usah ribut, didepan ada gubuk tuh, sapa tau ada orang nya. Sekarang jam berapa khe?” Tanya Iduy.
“Lima lewat lima belas,” jawabku “Dah cepetan yuk!” padahal diantara mereka aku yang paling lambat jalannya.
“Kayaknya dulu ngga lewat-lewat kayak ginian deh. Yakin ini pasti kesasar,” celetukku.
“Shutt! Ngga boleh ngomong gitu,” seru Ka’Andi.
“Eh Astagfirullahhalaizim”.
“Wooiiiiiii………….,” Teriak Dede
Jangankan ada yang membalas sahutan, gema suara sendiri saja ngga kedengaran karena kabut sore itu memang tebal sekali.

***

Dua minggu yang lalu, atau tepatnya 18 Maret 2007, ketiga bro-bro ku datang ke Serang. Mereka adalah Iduy, Dede dan Ka’Andi. Awalnya mereka berniat untuk naik ke Gunung Karang (Pandeglang), tapi aku sarankan ke mereka untuk ke Badui. Karena menurut kawanku yang sudah pernah kesana, di Gunung Karang tidak ada apa-apa.
“Katanya sih disana Cuma ada tujuh sumur gitu aja. Dah gitu kecil-kecil lagi sumurnya. Tapi kita juga ngga bisa ke Badui, kata kawan ijin kesana ribet, ngga bias cepet. Dah kita ke PS aja yuk!” ajakku.
“Hah! Kita maen playstation khe?” Tanya Dede
“Ya bukan lah, dasar O’on,” jawabku sembari menjitak kepala Dede.
“Dimana tuh?” Tanya Iduy
“Di Pari, kesononya Mengger. Masih Pandeglang juga kok,” jawabku.
“Lo dah pernah khe?” Tanya Dede
“Udah pernah sih, tapi lama banget. Kalo dari curug ke kawahnya gue apal, tapi kalo dari kaki ke curugnya gue lupa”.
“Tapi jalan dari sini kesana tau kan?” Tanya Ka’Andi.
“Ya iyalah, secara gue orang sini gitu loh, hehehe…”.
Dengan menjabat sebagai Guide, aku ajak mereka bertiga ke Gunung Pulo Sari yang terletak di Desa Cileuntung Kecamatan Pari Kelurahan Mengger Kabupaten Pandeglang. (kayaknya sih urutannya gitu ;p)
Setelah jalan kaki cukup jauh dari Pari, akhirnya kita sampai di Desa Cileuntung pukul setengah tiga sore. Beristirahat sejenak di warung Emak. Disebut dekimian karena setiap pendaki yang mau ke PS pasti mampir diwarung ini, walaupun Cuma untuk nyelonjorin kaki doang. Tadinya kita ngegunain bahasa sunda biar terdengar akrab dengan Emak, tapi kayaknya Emak tau kalo kita “sunda gadungan” jadi setiap pertanyaan kita dijawabnya dengan bahasa Indonesia.
“Emak mah anaknya banyak neng. Kalo pada mau keatas (gunung PS) pasti mampir kesini dulu. Ada yang udah lama ngga kesini juga pasti inget,” kata si emak.
Tubuhnya kecil mungil, dari suaranya dan cara ia berbicara, kelihatan kalo Emak orangnya ramah dengan siapa saja.
Warungnya juga terbilang kecil, satu ruangan dibagi tiga sekat, satu ruangan untuk para pendaki istirahat, disediakan juga alat solat didalamnya. Satu ruang yang lainnya adalah dapur dan ruang lainnya yang agak besar tempat ia menyimpan jajanannya.
Emak memang kelihatan banyak “anak”nya, beberapa bendera Pencinta Alam terpampang di dinding warung Emak. Kata Emak itu semua pemberian “anak-anak” nya. “Banyak anak kan banyak rejeki,” katanya sambil mengupas pisang untuk dijadikan molen.
“Kalo mau minum mah ambil-ambil aja, ngga usah malu-malu,” seru Emak.

Diwarung Emak sudah ada beberapa pendaki yang beristirahat. Ada yang baru akan naik sama seperti kita berempat, ada juga yang baru turun dari “atas”.
Setelah kita cukup beristirahat, lepas Ashar kira-kira setengah empat kita mulai jalan menuju kaki Gunung PS. Dari jauh terlihat kabut tebal menyelimuti sebagian Gunung PS.
Sawah yang melintang dikanan-kiri jalan membuat kita berhenti untuk foto-foto terlebih dahulu.
“Duy, backgroundnya mesti keliatan. Pake timer aja biar lo juga bias masuk,” seru Dede sambil menunjuk Gunung PS.
“Sip!” bales Iduy.
1..2..3…click cheerrr



“Curug Putri, Kawah, Puncak Pulo Sari”. Begitu kata-kata yang tertulis pada papan yang berdiri sebelah kiri jalan. Mengarahkan kita untuk belok kekiri. Itu berarti kita telah sampai di kaki gunung. Dari kata-kata itu berarti untuk mencapai camp di kawah, kita semua harus melewati curug terlebih dahulu. Setelah sampai di kawah, baru kita bisa melanjutkan perjalanan menuju puncak gunung.
Ternyata setelah mulai mendaki, banyak cabang jalan menuju Curug Putri, ada yang agak kekiri dan satu lagi kekanan. Tanpa memperdulikan jalan yang kekiri, kita semua langsung berjalan kearah kanan, menuju persawahan penduduk. Sawah yang dibuat terasering, laut yang membentang serta Gunung Asepan yang etrletak disamping Gunung PS membuat kita semua terlena, dan membiarkan kaki ini berjalan menuju kearah sana.
“Yakin khe lewat sini?”
“Kayaknya sih gitu. Perasaan dulu pernah kesini deh,” jawabku.
Namun setelah berjalan lebih dari satu jam, suara air curug semakin tidak terdengar. Lereng gunung pun semakin tajam. Batas perkebunan petani sudah terlewati dan jarak pandang mata hanya beberapa meter, akibat kabut yang tebal.

***
“Kayaknya ngga lewat-lewat ginian deh,” seruku.
“Gue pikir kita udah ampe puncak. Cuma bedanya ngga lewat curug,” ungkap Iduy.
“Ngga mungkin! Kalo mau kepuncak kita mesti lewatin kawah dulu,” jawabku sambil mengeluh. Rasanya kaki ini sudah tidak mau diajak untuk berjalan lagi. Tapi kalo dilihat dari lerengnya, rasa-rasanya kita memang berada dipunggung puncak.
“Udah kita potong kompas aja!” celetuk Dede.
Tanpa ada yang menjawab, ia berjalan kekiri. Mengganti arah berjalan kita yang awalnya kekanan.
Sampai tak berapa lama kemudian, gubuk petani terlihat. Tapi tidak ada tanda-tanda kehidupan didalamnya. Jam ditangan sudah menunjukkan lima lewat tiga puluh. Itu berarti tiga puluh menit lagi waktu Magrib akan tiba dan itu berarti juga gelap akan meneyertai perjalanan kita.
“Gini aja deh. Mending malam ini kita minep digubuk ini dulu. Secara lighting kita juga ngga ada, udah gitu kabut makin tebal. Besok kalo cuaca baik kita terusin lagi perjalanan. Pokoknya patokannya curug kan khe?” saran Iduy. Belum sempat ku jawab, Ka’Andi sudah membalasnya.
“Udah kita lanjutin perjalanan aja. Lumayan masih agak keliatan. Ntar kalo emang ngga ketemu jalan, kita balik lagi kesini,” jawab Ka’Andi.
“Ya udah kalo gitu gue browsing dulu ama Dede. Lo ma Rieke jalan pelan-pelan aja. Ntar kalo gue dapet jalan, balik lagi,” ujar Iduy.
“Tapi lo mesti teriak-teriak duy. Ntar yang ada malah kita pisah lagi,” jawabku agak risih juga mendengar ide Iduy.
“Shutt ngga boleh ngomong gitu,” seru Ka’ Andi.
Akhirnya kita semua berjalan lagi. Iduy serta Dede berjalan paling depan. Karena jalan menuju arah kekiri agak menurun, jadi perjalanan kita pun sedikit lebih cepat. Iduy sudah berlari didepan dan Dede membuntutinya. Sedang aku dan Ka’Andi berjalan cukup santai, sambil berteriak-teriak.
“Woiiiii….De, Duy…,” teriakku
“Wooiiii…juga…,” sahut mereka.
Kira-kira duapuluh menit perjalanan, suara curug mulai terdengar. Itu berarti perjalanan kita mengarah kesana. Dan tak lama terdengar suara orang berbicang-bincang.
“Ka denger suara orang ngga?”
“Iya. Kayaknya dibawah udah curug deh”.
Woiii…De, Duy…
Tak berapa lama aku dan Ka’Andi sudah sampai ditempat Dede dan Iduy berdiri. Ternyata mereka berdua sedang berbicara dengan seorang bapak tua dan seorang bocah laki-laki.
“Muhun bah, kita semua teh kasasar. Tadina bade ka curug, tapi malah nyasab kadiye,” ujar Iduy yang kembali menjadi “Sunda gadungan”.
Bapak yang dipanggil abah ini tubuhnya kurus, dari perawakannya ia berumur berkisar 70an. Beruntung kita semua bertemu dengan dia, walaupun awalnya Iduy dan Dede sempat agak ketakutan juga, karena pakaian abah yang mirip jawara dengan muka yang tertutup syal layaknya ninja.
Kemudian kita semua mengikuti ia berjalan, beberapa menit kemudian kita sampai digubuk abah. Disana telah ada beberapa pendaki yang memang sudah turun dari kawah. Kita pun berkenalan, dan mereka sedikit kaget mendengar kita semua berasal dari Lampung. Karena rata-rata dari mereka semua berasal dari daerah Pandeglang.
“Oh harusnya kalian jangan kakanan lewat sawah, tapi agak kekiri. Padahal dari kaki kecurug tuh ngga lama lho,” seru pria yang terakhir kita kenal bernama ompong.
“Trus kalian masih mau ke kawah? Kalo kita baru aja turun, habis disana dingin banget. Kabutnya juga tebel pisan”.

Abah pun menyarankan agar kita beristirahat digubuknya saja. Namun setelah berunding kita sepakat untuk meneruskan perjalanan hingga ke kawah.
“Nanggung bah udah nyampe sini,” Seru Iduy.
Karena kita semua tidak membawa senter, abah pun menyarankan kepada anaknya beserta dua orang dari mereka untuk mengantar kami hingga ke kawah.
Baju dibandan sudah basah semua , belum lagi ditambah gerimis yang sejak magrib tadi belum juga usai, membuat tubuh ini basah kuyup. Dengan disertai dua buah senter dan satu buah korek, kami berjalan beriringan menuju curug baru setelah itu naik kembali menuju kawah yang derajat kemiringannya hingga 60 derajat.
“Ambil kanan…ambil kanan…kiri jurang!” seru Ompong memberi komando.
Kami semua pun berjalan menghindari kiri, karena bila selip sedikit saja kita semua jatuh ke jurang.
“Tahan Pong, istirahat dulu,” seru seseorang dibelakangku.
Setelah menempuh perjalanan kira-kira satu setengah jam kami sampai di kawah. Tenda yang berdiri dipaling depan menyambut kedatangan kami. Mereka adalah pendaki dari Pandenglang yang sempat berpapasan dengan kami di warung Emak tadi sore.
Kami tidak dapat melihat dengan jelas ada berapa tenda yang beridir di kawah hari itu. Setelah mencari lahan yang cukup datar, kami pun mendirikan tenda dibelakang tenda orang yang akhirnya kita kenal adalah para pendaki dari Tangerang.
Gerimis sudah mulai reda namun kabut tetap masih tebal. Baju yang basah kuyup membuat tubuh ini menggigil kedinginan, bahkan Iduy mengaku kalau telapak tangannya sudah mati rasa. Namun tak berapa lama tenda pun berdiri dan kami bersama pendaki dari Tangerang membuat api unggun, sambil menyeruput kopi panas.

***
Keesokkan pagi baru keliatan jelas kalau hari itu ada banyak tenda yang berdiri. Bahkan kabarnya ada dua tenda yang nge-camp di puncak sejak hari kemarin. Karena kami tidak membawa kompor dan nesting, maka kami memasak mie dengan menyeburkannya ke air belerang yang mendidih. Orang sekitar biasa menyebutnya “memancing” ala PS. Tidak perlu kompor, tidak perlu nesting apalagi minyak tanah. Cukup mie diremuk-remuk lalu diberi air dan diikat dengan seuntai tali kemudian kita celup-celupkan di air belerang yang mendidih, mie rebus ala PS sudah siap saji. Tidak membutuhkan waktu yang cukup lama pula, hanya beberapa menit saja kita sudah bisa menyantapnya.
“De, foto dunk gue lagi mancing! Keliatan mie nya ya. Aneh juga masak mie pake cara begini, hee..,” ujar Iduy.
Clikk…jeprett

Satu roll film telah kita habiskan untuk foto-foto dikawah. “Tenang, masih ada satu roll lagi,” ujar Iduy.
Sekitar pukul sepuluhan kita beres-beres. Tendapun kita rubuhkan dan mulai membakar sampah-sampah bekas tadi malam. Pendaki asal Tangerang sudah “turun” dari pukul sembilan pagi tadi. Ada beberapa tenda yang masih berdiri namun sebagian besar mereka juga “turun” hari ini. Selain berkenalan dengan pendaki Tangerang, kami pun berkenalan dengan Tari, wanita perantau yang ternyata memiliki kampung di Lampung juga, atau tepatnya didaerah Talang Padang Tanggamus. to be continue


fotografi oleh : deemonz
Teks oleh : khe's

Read More......

My Favourite's Barang pinjeman

Vespa ini adalah barang pinjeman favorit buat aku. Kebetulan yang punya sepupu dan selalu berbaik hati meminjamkannya dengan satu sYarat : "pergi full tank, dateng full tank juga donk,". tapi setelah dirunut lebih jauh kenapa begitu mudah untuk dipinjamkan ternyata terletak pada sistem pengoperasiannya yang agak susah. Kalo bukan yang punya agak susah hidupin mesinnya meski gak pake stop-kontak. Belum lagi bagian remnya yang full-manual alias blong, Sandal japit jadi sangat berguna pada saat mengendarainya.

Tapi selain kekurangan-kekurangan tadi ada juga poin plusnya. Lampu batok yang seharusnya buat motor gunung dipasang jadi ciri tersendiri vespa ini. Selain itu pada bodinya terdapat banyak sponsor illegal mirip di mobil mobil formula-satu. ada iklan produk jamu, sigaret, vendor ponsel sampe poster kenshin himura segala. bedanya kalo di F-1 mungkin dibayar, kalo di bodi Vespa gak karena fungsinya cuma buat tutupin penyok-penyok di bodi. Mirip Google-Adsense gitu lah (mutualisme)

Read More......

30 Mar 2007

Permasalahan Economy di Malam Rabu Wage


Tempo tempo belakangan ini biarlah ceritanya melulu perihal economy. Karena memang ini waktu kantong tidak bersahabat dengan mulut dan perut. Seperti terjadi malam Rabu wage tempo hari, waktu sudah antar barang elektronik orang pesan di Kedelai, Kedaton, itu mesin kendaraan yang ditunggangi jadi mati mendadak di tengah perjalanan sekonyong konyong bikin panik. Rupanya itu tangki kendaraan memang belum diisi minyak sedari sore. Si penunggang motor asoy serta merta dibikin ciut bulat bulat sesudahnya dia mendengar mesin tidak keluar suara apa apa. Hampir ada kendaraan dua roda lamat lamat mampir buat liat secara cuma cuma barang sebentaran tapi urung karena mungkin dia fikir tidak punya ihwal urusan.

Yang bikin tambah kisruh riwuh itu kendaraan berhenti saja tiada dia pilih tempat. Lihat sekeliling tiada stasion buat isi bahan bakar atawa orang jualan bensin murni bikin hati tambah susah bukan alang kepalang, sedang rumah masih jauh kebedug, masih lima kilo versi orang kampung. Padahal kalo difikir mateng dan dihitung secara saksama, biar mesin mati di dekat stasion itu dirasa hal percuma belaka karena memang duit di kantong jumlahnya empat ribu perak tiada cukup buat beli barang satu liter walau cuma di stasion. Karena di stasion harga minyak cuma empatribu limaratus perak, lebih murah limaratus perak dari penjual warungan. Kabar berita, pemerintah bilang itu masih lebih mahal airputih di negri sabrang.

Mau nekad beli minyak tapi kurang limaratus. Sesudah difikir itu perasaan nekad masih kalah telak sama Jaim yang sudah tidak lagi ketulungan. Sesudah itu diputuskan saja buat pergi berlalu serta mencari warung telepon sembari menunggang motor bertenaga kaki manusia. Kurang lebih tiga pelemparan batu, sudah ada itu rumah dengan plang bernada "Warung telepon Sabilla, Siap Siaga 24 Jam Non Stop". Untung boleh dikata di kantong masih siap sedia ada lima gulung sigaret kretek buat dihisap. Ambil satu lalu dikulum di ujung bibir sambil melangkah sumringah masuk menuju Kotak Bicara Umum (KBU).

Sesudah di dalam KBU datang fikiran tidak karuan, bingung siapa yang mau dimintai barang pertolongan. Mau telepon 911 tampaknya disini belum bisa bayar operator, lalu apa pula urusan 911 sama orang bokek?@#!. Untung saja ada nomor cantik di Yellow Pages bisa buat dihubungi lalu memberi pertolongan. Satu lagi permasalahan economy disudahi.

Inti ceritanya adalah : mau ucapin banyak trima kasih buat
bapak ini

Read More......

27 Mar 2007

Damn Good Batu Granit


Bumi Ruwa Jurai banyak menyimpan keindahan panorama alam. Salah satunya adalah bebatuan granit raksasa yang terletak di antara hamparan kebun karet.

Jalan becek dan ribuan rindang pohon karet di sisi jalan, menjadi pemandangan tersendiri saat mengunjungi objek wisata yang satu ini. Maklum, untuk mencapainya kita harus menerobos area ribuan hektar pohon karet. Sekitar tiga puluh menit melewati kebun karet akhirnya tibalah di Taman Wisata Batu Granit. Objek wisata ini terletak di desa Purwodadi Dalam, Kecamatan Tanjung Bintang, Lampung Selatan. Dari Bandar Lampung hanya berjarak sekitar 30 kilometer atau sekitar 45 menit perjalanan dengan kendaraan bermotor.

Batu-batu granit berukuran besar tampak berserakan di sela-sela kebun karet dan ladang singkong milik warga. Sebuah pemandangan yang unik dan menakjubkan. Batu granit berukuran besar maupun kecil tersebut tersebar di area seluas sekitar 100 hektar.

Keunikan batu granit raksasa yang mengelompok dan keindahan panorama alam ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Tak heran ketika musim liburan tiba, objek wisata yang terpencil ini berjubel dikunjungi pendatang.

Ketika kaki menginjakkan kaki di sana gersang dan terik matahari sempat menyengat kulit. Namun di kaki bukit itu kita bisa numpang ngadem di danau buatan yang jernih dengan pohon karet di sekelilingnya. Terasa menyejukkan.

Disulap Jadi Objek Wisata

Taman Wisata Batu Granit Indah ini pada mulanya merupakan sebuah areal perkebunan karet yang dinaungi oleh PTPN. Namun sekitar 5 tahun yang silam, PTPN menghibahkan area seluas 100 hektar ini kepada masyarakat untuk dijadikan objek wisata dengan menonjolkan keunikan batu granit yang memang tersebar dan tampak indah.

Daerah bebatuan ini pun kemudian dibangun dan dikembangkan sendiri oleh warga setempat, bersama Serikat Pekerja Perkebunan Nusantara PT Perkebunan
Nusantara (PTPN) VII. untuk menjadi objek wisata. Dengan inisiatif warga sekitar kemudian dikembangkanlah objek wisata ini menjadi tempat rekreasi alam bebas.

Danau buatan pun dibuat dengan membendung air Way (sungai) Bekarang. Limpahan air yang menuju ke hilir dimanfaatkan untuk mengairi sawah penduduk. Selain itu bendungan Way Bekarang yang tak lain adalah danau buatan itu juga akhirnya menjadi objek wisata yang bisa memberi manfaat bagi warga sekitar. Setiap bulan ribuan pelancong, baik warga Lampung maupun luar Lampung singgah ke sana. Tak jarang tempat wisata ini dijadikan tempat pelaksanaan jambore Pramuka maupun kegiatan outbond kalangan muda.

Meteor Dari Langit?

Di balik keindahan batu-batu granit tersebut, seorang petani, nampak asyik mengayunkan cangkul di sela-sela pohon singkong dan palawija yang ia tanam. Di area wisata ini warga memang masih bisa mengolah tanah untuk menanam sayuran. Bahkan jenis padi tadah hujan juga tampak di sela-sela bebatuan granit. Konon sebagian warga meyakini bahwa batu granit tersebut merupakan sejenis batu meteor yang jatuh dari langit.

Fotografi oleh : Rhino


Read More......

26 Mar 2007

Modernationale


Dulu manusia hidup dikendaliken oleh alam (bukan penyanyi dangdut). Ngakunya sih manusia sekarang dah bisa mengendaliken alam, pake teknologi. lha buktinya, sekarang banyak bencana... apa itu pertanda manusia segera dikuasai kembali oleh alam? apa manusia yang udah ketergantungan dengan teknologi. secara hisap- menghisap, secara modernisasi, secara modernationale...



Modernationale.mp3

Read More......

Gee BAss


Tukang Gee Bass dari hongkong. Siap sedia keluarkan kotoran dari kuping secara cuma cuma..



GiBass.mp3

Read More......

Jerry Versus Funtwo


Tempo tempo hari di YouTube nemu video dua orang korea maenin Pachelbel : Canon D. Satu namanya Jerry Chang si arranger dan satunya pake inisial Funtwo yang cuma player doang. dua duanya sama jago. sampe liat dikomennya itu orang ribut pilih mana yang paling jago. Ya sudah daripada bingung pilih siapa yang jago, mending gw 'duelin' aja sekalian dua duanya di Track ini.



Jerrycho.mp3

Read More......

LIPOGRAM, kali ini hampir tanpa semua huruf, terkecuali: B-O-S-A-N-!

Bosan Bosan Bosan Bosan Bosan Bosan Bosan Bosan Bosan Bosan BosanBosan Bosan Bosan Bosan Bosan Bosan Bosan Bosan Bosan Bosan BosanBosan Bosan Bosan Bosan Bosan Bosan Bosan Bosan Bosan Bosan BosanBosan Bosan Bosan Bosan Bosan Bosan Bosan Bosan Bosan Bosan BosanBosan Bosan Bosan Bosan Bosan Bosan Bosan Bosan Bosan Bosan BosanBosan Bosan Bosan Bosan Bosan Bosan Bosan Bosan Bosan Bosan Bosan Bosan Bosan Bosan Bosan Bosan Bosan Bosan Bosan Bosan Bosan Bosan Bosan Bosan Bosan Bosan Bosan Bosan Bosan Bosan Bosan Bosan Bosan!!

Read More......

23 Mar 2007

Streap : Part 12



Antre Beras... Komik Jayus..

Read More......

16 Mar 2007

Track 8: Melta-Patagonia




Tentang dunia yang meleleh
Sudah kudengar beritanya..
Dari ringkih suara knalpot
Pada derik besi tua di pabrik pabrik

Tentang Patagonia yang tenggelam
Sudah kubaca ceritanya..
Dari hutan yang mengelupas menjadi kertas
Pada guratan tebing para pemanjat


Melta-Patagonia
Cerita tentang dunia yang botak. Cara manusia mencintai alam dengan cara merusaknya (sado-massochist) terinspirasi dari perjalanan bukit Pulosari, Pandeglang, dimana banyak sampah berserakan pada kawah kawah sulfurnya yang indah.

Feat : John Petruci



image by : http://picasaweb.google.com/maskirovka77/

Unduh

Read More......

12 Mar 2007

Track 7 : Homo Errata



homo errata ; human error
itu yang dijadikan alasan musibah teranyar, jatuhnya Garuda.
sebenernya human error itu apa sih? kalau secara harfiah artinya memang kesalahan manusia.
tapi kesalahan manusia yang mana dan yang bagaimana?

Seperti biasa,
Unduh, dengerin, trus komen

Read More......

Track 6 : A


Bebunyian ini diberi tema 'A'
dikarenakan kordnya cuma A

A ada di urutan pertama Alfabet
A menandakan kesuksesan siswa dalam menuntut ilmu
A dalam posisi tidur menandakan orang kelelahan, apalagi kalo dicampur iler
A berarti sebuah dalam Oxford dictionary

Unduh dan dengerkan bebunyian ini
jangan lupa kasih komen

warning : Tiada cocok buat orang yang fanatik musik or ajeb ajeb!

Read More......

10 Mar 2007

Track 5 : You (Cupid) Are Dead

Unduh lagu Cupid Dead milik Extreme dengan modifikasi muantaph :P
Bagi pihak yang keberatan dengan modifikasi ini , silahkan email kesini. Nanti di remove..

Read More......

Track 4 : 2+2


Palindroma,

Palindrom adalah sebuah kata, frasa, angka maupun susunan lainnya yang dapat dibaca dengan sama baik dari depan maupun belakang (spasi antara huruf-huruf biasanya diperbolehkan). Kata "palindrom" berasal dari bahasa Yunani: palin ("balik") dan dromos ("pacuan kuda").
Menurut buku Mother Tongue: English & How It Got That Way (hal. 227): "Palindrom … berumur setidaknya 2.000 tahun."
Palindrom Latin "Sator Arepo Tenet Opera Rotas" sangat unik karena ia akan megulang kalimatnya lagi jika kita membentuk kata dari huruf pertama setiap kata kemudian disambung dengan huruf kedua setiap kata, dan seterusnya. Karena itu ia juga dapat disusun dalam sebuah kotak yang dapat dibaca secara vertikal maupun horisontal:

S A T O R
A R E P O
T E N E T
O P E R A
R O T A S

Palindrom ada dalam banyak bahasa-bahasa Barat, terutamanya di bahasa Inggris. Meskipun begitu, gelar "bahasa palindrom" jatuh pada bahasa Finlandia.
Selain itu, palindrom juga ada dalam bahasa-bahasa non-Barat, contohnya bahasa Jepang, bahasa Tionghoa dan bahasa Korea.

Dalam Bahasa Indonesia kalimat seperti di bawah ini juga merupakan palindrom:
Aku suka rajawali, bapak. Apabila wajar, aku suka (oleh Benjamin Goodspeed Zimmer).
Kasur ini rusak.
Kasur Nababan rusak.
(http://id.wikipedia.org/wiki/Palindrom)

CadaverCorp coba untuk menerapkannya pada bunyi bunyian. dan hasilnya adalah bunyi bunyian yang berjudul 2+2 ini. Dalam keseluruhan track maupun tiap tiap barnya, apabila nadanya dimainkan secara terbalik (dari belakang ke depan) ataupun tidak, akan menghasilkan bunyi bunyian yang sama.

gak percaya? coba Unduh lalu dengarkan sampai budheg

Read More......

Track 3 : Super Duper Mario



CadaverCorp Present:
Theme's Song Gem Super mario Bross Diacak acak pake fruity loops 6. Ada sedikit improvisasi Bass. Unduh

Read More......

Charac v.10



Capek deh Uploadnya...

Read More......

charac v.9



The 'Doctor'

Read More......

Charac v.8

Read More......

Charac v.7



Pengusaha makanan

Read More......

Charac Part 6


Isbedy Setiawan, sang Paus

Read More......

Charac Part 5


Ini siapa sih?

Read More......

Charac Part 4


Read More......

Charac Part 3


Read More......

Charac Part 3.5


Read More......

Charac Part 2


Read More......

Charac Part 1



Abah Mukri, ketua Paku Banten Bandar Lampung

Read More......

Streap Part 11


Read More......

Streap Part 10


Read More......

Streap Part 9


Read More......