Tampilkan postingan dengan label apaan sih?. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label apaan sih?. Tampilkan semua postingan

6 Jan 2010

Netradanus Kurang Populer

Aktivitas pagi ini seperti biasa membuka koran untuk checking iklan hasil kerjaan kemarin. Terkadang bukan hanya iklan saja yang diperhatikan, sedikit dikit baca juga berita, melirik ilustrasi dan tentu saja rubrik Opini.

Ketika membaca rubrik Opini yang berjudul : Netradanus dan Ronggowarsito, ada perasaan mengganjal tentang tokoh yang menjadi rujukan. Tokoh ini adalah peramal ulung eropa, bernama Netradanus. Karena penasaran langsung saja saya ketik Keyword "Netradanus" di beberapa search engine. dan hasilnya null. ternyata belum ada sumber rujukan yang cukup kuat untuk diindeks oleh Google, Bing dsb. Memang tema besar Opini tersebut bukan mempersoalkan ramal meramal melainkan tentang pendidikan. Penulisnya pun tidak main main, sangat berkompeten di bidangnya.

Namun tetap saja rasa penasaran masih membuncah. siapa sih netradanus sebenarnya? mungkinkah dia alias lain peramal tersohor eropa itu, atau sekedar kesalahan (konsisten) redaksional? dan meskipun itu memang nama lain, kenapa tidak pakai yang lebih populer?

Bingung..

Read More......

18 Jun 2009

Strange Poem

why the hell ....

no day without cursing.

when the rain was still falling free of charge ...


why too often smirked .. wing erotic poet but also can satisfy the passion with just one word ..


why why? what is it? ...


Let us sit here with my cup of tea ..

Read More......

better than mumbling

Why think so hard to define life, it is better to live just as it is life. No need to get stuck at abstracted philosophical thoughts ..


because life is already a similar packets whose name the problem, conflict, discrepancy with expectations.


oh yes, hope ...


expectations should be maintained, the hope is that the car lot lights are in the middle way through the forest, leading us to the goal.

Read More......

28 Nov 2006

Epilog satu : Cadaver Corporated


Setelah gendang pendengaran menerima begitu saja fals-nya harmonisasi antara seni dan selera pasar, setelah kematian rock n roll dan heavy metal, dan sesudah mandi sebelum makan siang, sebuah ide tiba tiba meletup di kepala untuk membuat bunyi bunyian sendiri.  Sebagai alternatif dari kesumbangan kesumbangan tersebut maka lahirlah Cadaver.Corp awal Juli 2005 lalu.

 Kenapa mayat?
Cadaver Corporation atau Cadaver Corp, terjemahan bebasnya korporasi mayat (gak ada di Miriam Webster :P). Mayat, dead body, atau mahluk tak bernyawa sangat tepat untuk menggambarkan tipikal kebanyakan manusia masakini, jasmaniah namun tiada ruh. Semenjak perjalanan evolusi dari pra mula bipedal  hingga keadaan sekarang ini, manusia selalu disibukkan dengan, aktivitas berfikir, rutinitas sosial serta memahat menara gadingnya masing masing tanpa mempedulikan apa yang terjadi pada jiwanya. Tak menyadari bahwa spesiesnya sudah menggapai angka enam miliar komposisi antara Lactobacilus menguntungkan dan kanker yang menggerogoti bumi (:P)  Dan sekarang banyak cadaver diperjual belikan untuk penelitian mahasiswa kedokteran, demi kemajuan ilmu pengetahuan. (Cukup deh intronya...)

 Nah daripada diperjualbelikan untuk penelitian penyakit kutil, beberapa mayat sepakat membentuk sebuah korporasi yang mereka juga bingung bakal bergerak dibidang apa?

Di bisnis bencana sudah ada korporasi yang menguasai, pada jual beli senjata hingga jual lendir bubur ayam kampus juga sudah ada jagonya.

Setelah kebingungan cari tema,  akhirnya mereka sepakat untuk membentuk sebuah band,  mengingat apa yang dilakukan nenek moyang mereka di era Paleolithic yang memukul mukul tengkorak Mammoth dengan kapak perimbas hingga menghasilkan bunyi bunyian demi mengusir kebosanan seusai berburu dan bercinta.

Namun kini mereka masih kebingungan karena diburu waktu dan tidak ada lagi waktu untuk berburu. Tiada waktu bercinta, namun mereka tetap mencintai dan menghargai waktu. Dan tidak ada lagi tengkorak mammoth untuk dipukuli. Akhirnya mereka sepakat menggunakan software computer untuk menghasilkan musik.  gitu deh ceritanya..

(Warning!: 200% band ini fiksi belaka!)

Read More......

Epilog Dua : Obstetrovarium

Obstetrovarium

Tak dapat dibayangkan dunia tanpa Obstetri dan ovarium? Dua term yang saling berasosiasi satu sama lain itu memang mau tidak mau harus ada pada masa pra kehidupan profan. Dua hal tersebut pula yang sering dilupakan setelah manusia bergumul dengan kefanaan. Dua duanya menjadi semacam transposisi mahluk hidup pada bentangan irasionalitas menuju rasionalitas, sebelum akhirnya kembali pada irasionalitas.


Obstetrovarium,fusi dari kedua term tersebut tiada bermaksud menimbulkan pengertian baru. Namun lebih sebagai perlambangan yang mencerminkan proses kelahiran sesuatu. Proses dari tiada menjadi ada.  Proses dari tidak kreatif menjadi semakin tidak kreatif dan proses dari amatir menjadi partikelir.


Pada akhirnya memang diakui, penamaan, selain sebagai salah satu penanda,  sangat bergantung pada sisi menarik atau tidaknya (?). Dan Obstetrovarium cukup mewakili keduanya.

Obstetrovarium adalah album premiere dari Cadaver.Corp  yang berisikan 7 track (bisa di download disini... gratis kok) yang tidak jelas mengusung musik jenis apa karena sebagian pendengarnya bilang tidak bisa dikategorikan sebagai musik. Yang jelas, pada proses pembuatannya memang tiada satupun musisi berkecimpung  didalamnya. Walhasil, cuma sekadar bunyi bunyian saja yang terlahir dari obstetrovarium. Bunyi bunyian yang tidak mengenal tanda kromatis, tak paham skala skala diminish or arpeggio, tak tahu cara baca toge toge di partiture, birama dan segala macamnya.  Padahal, bisa jadi toge toge tadi menambah kesuburan obstetrovarium. Siapa tau? :D

Read More......